Sleman, dprd-diy.go.id – KWT Sekar Wangi dinilai memiliki potensi besar untuk terus berkembang, mendorong Komisi B DPRD DIY menekankan pentingnya penguatan kemitraan serta strategi pemasaran digital dalam kunjungan kerja ke Kelompok Wanita Tani tersebut di Kalurahan Sinduharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Senin (1/12/2025). Kunjungan ini turut dihadiri oleh anggota Komisi B bersama OPD terkait untuk meninjau langsung potensi, tantangan dan arah pengembangan KWT Sekar Wangi.
Untari Astuti, S.Pd. selaku Ketua KWT Sekar Wangi menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan Komisi B DPRD DIY yang mendukung pengembangan kelompok. Untari menyampaikan bahwa sejak berdiri pada tahun 2017, kelompok ini berfokus pada budidaya tanaman dan pengolahan hasil pertanian, dengan dukungan pelatihan dari Dinas Pertanian.
KWT Sekar Wangi telah menjalin kemitraan dengan Dinas Pertanian melalui pelatihan dan fasilitasi budidaya, serta mengembangkan jaringan pemasaran secara mandiri di lingkungan sekitar. Meskipun demikian, KWT masih membutuhkan dukungan dalam hal peningkatan keterampilan pemasaran, perluasan jaringan mitra, dan penguatan struktur organisasi agar lebih berdaya saing.
Dalam forum, Sekretaris Komisi B, Wildan Nafis, S.E., M.H.. menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi digital menjadi aspek strategis dalam memperkuat sistem pemasaran dan memperluas jangkauan produk kelompok masyarakat. Transformasi pemasaran melalui platform digital dipandang penting untuk meningkatkan daya saing usaha berbasis pertanian dan mengoptimalkan potensi pemasaran yang tidak terbatas pada area lokal.
“Saat ini pemasaran harus memanfaatkan sistem secara online karena dapat membuka peluang pendapatan dari rumah, sehingga mau tidak mau kita harus mengikuti perkembangan agar tidak tertinggal dan produk KWT perlu dipasarkan melalui layanan berbasis internet agar jangkauannya lebih luas,” ujarnya.
Anggota Komisi B, Imam Priyono D. P, S.E., M. Si., menambahkan bahwa penguatan mekanisme kerja sama menjadi langkah strategis bagi perkembangan KWT, terutama melalui keterlibatan aktif dalam membangun komunikasi dengan pemerintah dan anggota dewan. KWT juga didorong agar mampu menyusun kebutuhan serta rencana kerja secara sistematis dan memperluas jaringan kemitraan di berbagai tingkat. Komisi B berharap penetapan fokus pengembangan yang jelas dapat mendukung efektivitas pendampingan dan memastikan keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat.
“KWT perlu membangun sinergi yang kuat dengan pemerintah dan menjadi pusat informasi dalam menyampaikan kebutuhan masyarakat kepada dewan, sehingga perannya dapat semakin strategis dalam memajukan masyarakat,” tegas Imam Priyono.
Selain itu, KWT juga didorong untuk menentukan produk unggulan yang dapat menjadi identitas kelompok dan memperkuat daya saing dalam jaringan pemasaran. Penentuan fokus ini dipandang penting agar kolaborasi dengan pemerintah maupun mitra pendukung dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Perwakilan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman yang hadir pada kegiatan tersebut menyampaikan bahwa pemerintah daerah menyediakan sejumlah program pelatihan dan pengembangan, termasuk budidaya ikan lele, pelatihan pengolahan abon, serta pembinaan peternakan telur omega. Akses terhadap program-program tersebut dapat dibuka melalui koordinasi kelembagaan dan pemenuhan mekanisme kemitraan yang sesuai prosedur.
KDD ditutup dengan harapan agar KWT Sekar Wangi mampu berkembang menjadi contoh kelompok wanita tani yang tangguh dan produktif dalam penguatan ekonomi lokal berbasis pertanian melalui peningkatan kapasitas, penguatan jejaring dan kolaborasi multipihak. (ind/dta)

Leave a Reply