Harmonisasi Raperda Hasil Pansus BA No 29 Tahun 2018

Jogja, dprd-diy.go.id – Harmonisasi Raperda dilaksanakan pada Kamis (18/10/2018) dipimpin oleh Aslam Ridlo selaku Wakil Ketua Bapemperda. Raker tersebut bertempat di Ruang Bapemperda Lantai 2 membahas mengenai hasil Pansus BA No 29 tahun 2018 serta perubahan kedua atas Perda DIY No 5 Tahun 2013 tentang Penyertaan Modal Daerah pada BUMD dan PT Asuransi Bangun Askrida. Harmonisasi pada kesempatan tersebut yaitu dalam rangka pembahasan Perda tingkat kedua. Dalam pembahasan tersebut, Bapemperda memastikan bahwa Raperda yang akan ditindaklanjuti di pembahasan tingkat pertama tersebut sudah memenuhi kaidah-kaidah lampiran satu UUD No 12 tahun 2011, dan  harmonisasi pada tingkat kedua juga adalah memastikan bahwa hasil pembahasan Pansus terhadap Raperda sejalan dengan kaidah-kaidah UUD No 12 tahun 2011.

Suharwanta selaku Pimpinan Pansus memberikan laporan hasil raker Pansus bahwa dalam pemabahasan telah dilakukan rapat kerja dengan teman-teman Pansus mengenai penyertaan modal BPD DIY selama 8 tahun sebesar 4 Triliun. Kemudian mengenai pendalaman terkait dengan dasar hukum yang mengatur mengenai penyertaan modal, harus didahului dengan analisa investasi dan analisis investasi tersebut yaitu dari Pusat Studi Kajian Ekonomi dari UGM. Adapula dalam raker Pansus membahas bahwa BPD DIY sudah memiliki Unit Usaha Syariah (UUS). Sementara itu Bank Indonesia memiliki program yakni bagi beberapa kantor usaha syariah ini harus sudah spin-off maksimal tahun 2023, jika memang sudah memiliki usaha syariah pada tahun tersebut tetapi tidak spin-off maka bank akan ditutup. Sementara bank yang spin-off untuk usaha syariah harus memiliki modal min 2,5 Triliun kemudian menempatkan modal minimal 500 Milyar, terkait dengan pertimbangan tersebut maka kemudian dipahami bersama oleh Pansus.

Selain pembahasan tersebut terdapat satu perubahan Raperda yaitu Pasal 5 mengenai Perincian Penyertaan Modal yang tidak sebagaimana awal, karena memang untuk penyertaan modal yang sudah dimulai tahun 2018-2025 selama 8 tahun dan pada tahun 2018 ini yang bisa diandalkan oleh Pemda DIY untuk penyertaan modal yaitu sebesar 20 Milyar, sementara rencana awal di tahun 2018 yaitu 191 Milyar, dan perubahan juga terjadi pada Pasal 6. Edy Susila berpendapat mengenai ketatnya persaingan perbankan, beliau menyarankan bahwa salah satu usaha dalam menghadapi persaingan tersebut ialah dengan meningkatkan kualitas pelayanan, perbanyak cabang-cabang kecil online di pasar-pasar, dan diupayakan agar menjadi semakin kreatif. (est)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.