Sleman, dprd-diy.go.id – Komisi B DPRD DIY mendorong penguatan pertanian perkotaan sebagai strategi ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui peninjauan Kelompok Wanita Tani (KWT) Arum Melati di Soropadan, Condongcatur, Depok, Kamis (19/2/2026). Peninjauan ini menegaskan komitmen DPRD DIY dalam memperkuat peran komunitas lokal, khususnya perempuan, dalam menjaga ketahanan pangan keluarga di tengah keterbatasan lahan perkotaan.
Wakil Ketua Komisi B, Dr. Danang Wahyu Broto, S.E., M. Si., menyatakan bahwa potensi pertanian pekarangan yang dikelola KWT Arum Melati perlu didukung melalui program yang adaptif terhadap kondisi wilayah urban.
“Kendalanya memang di ketersediaan lahan, sementara ibu-ibu sudah produktif mengelola tanaman seperti pakcoy, bawang dan lainnya. Lahannya terbatas sehingga diharapkan ada diversifikasi tanaman maupun usaha ternak,” ujarnya.
Menurut Danang, dukungan kebijakan perlu diarahkan pada pengembangan kegiatan pertanian yang tidak bergantung pada lahan luas, termasuk penguatan kapasitas sumber daya manusia dan usaha produktif berbasis komunitas.
“Secara prinsip kita bisa support karena memang ada beberapa program yang tidak membutuhkan lahan banyak. Komisi B akan mendukung pengembangan tanpa mengurangi produktivitas ibu-ibu KWT Arum Melati,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan Pemerintah Kalurahan Condongcatur, Rizka Dianur Lestari, menjelaskan bahwa KWT Arum Melati tetap aktif mengembangkan pertanian pekarangan meskipun menghadapi dinamika lokasi di kawasan perkotaan.
Kelompok yang beranggotakan sekitar 22 orang ini mengelola berbagai komoditas seperti jamur, lele, dan tanaman palawija sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan ekonomi rumah tangga.
Kunjungan dalam daerah (KDD) tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, serta Pemerintah Kalurahan Condongcatur.
Melalui dialog bersama pengurus kelompok, Komisi B DPRD DIY menyerap aspirasi terkait kebutuhan dukungan program, penguatan kelembagaan, dan pengembangan usaha berbasis pertanian pekarangan.
Peninjauan diakhiri dengan observasi langsung aktivitas pertanian yang dijalankan KWT Arum Melati, yang diharapkan dapat terus berkembang sebagai model pertanian perkotaan yang berkontribusi pada ketahanan pangan, pemberdayaan perempuan, dan peningkatan ekonomi masyarakat urban.(tka/lz)

Leave a Reply