Kunjungi DPRD DIY, Mahasiswa UAD Lakukan Proses Pembelajaran Interaktif Mengenai Fungsi Legislatif

Jogja, dprd-diy.go.id – Dalam rangka meningkatkan pemahaman mengenai legislatif pemerintahan daerah maupun negara, DPM beberapa fakultas dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta melakukan kunjungan langsung ke DPRD DIY. Diterima oleh Ir. Atmaji, Wakil Ketua DPRD DIY, proses pembelajaran berlangsung dengan interaktif.

Sebagai pengantar, Atmaji memberikan apresiasi kepada para mahasiswa karena telah berkunjung ke rumah rakyat dengan cara yang benar, mengajukan surat, duduk bersama lalu menyampaikan aspirasinya. Atmaji juga menyampaikan bahwa DPRD menjadi lembaga yang memang dibentuk untuk rakyat, menjadi wakil rakyat.

”Kami (DPRD) ini hanya badan dan kaki saja, kepalanya pemikirannya ya kalian semua ini, rakyat-rakyat Yogyakarta yang menjadi perhatian kami. Ada aspirasi apa sampaikan dengan cara yang baik dan benar tentu akan kami dengar dan kami perjuangkan, sehingga jangan sungkan untuk datang ke rumah rakyat ini,” Ungkap Atmaji, Kamis (30/11/2023).

Pada kesempatan ini, Atmaji menyampaikan materi sebelum dilakukan tanya jawab atas pemaparan tersebut. Atmaji menjelaskan seputar DPRD secara umum, seperti pengertian DPRD, tugas fungsi DPRD, dan proses pembentukan suatu Perda.

Setelah Atmaji menyampaikan seluruh isi materi, mahasiswa UAD memberikan pertanyaannya. Sigit Nurhidayat, dari Fakultas Hukum, memberikan pertanyaan terkait fungsi DPRD sebagai legislatif atau pembuat peraturan daerah yang dalam proses pembentukannya melalui beberapa tahapan termasuk mendengar aspriasi masyarakat.

”Dalam tahapan tersebut ada yang namanya mendengar aspirasi dari masyarakat. Ketika seorang anggota dewan tidak melakukan hal tersebut lalu menentukan suatu peraturan daerah apakah nantinya perda itu dapat langsung diberlakukan atau perlu diuji kembali ke mahkamah konstitusi?” Tanya Sigit.

Atmaji menanggapi pertanyaan tersebut. Menurut Atmaji, sejatinya pembacaan sumpah saat pelantikan jajaran anggota dewan merupakan janji yang harus ditepati dan dilakukan oleh anggota dewan sebagai perwakilan rakyat. Ucapan ’memperjuangkan aspriasi masyarakat yang diwakilinya’ ada pada alinea terakhir sumpah yang dibacakan.

”Jika dia menjiwai itu mestinya dia tidak akan mengingkari aspirasi itu sehingga kalau menurut kami ya dewan memang perwakilan rakyat, mereka ini wakil ‘awak dan sikil’ dia sebagai wakil ya harus memperjuangkan karena yang memberi aspirasi, yang memberikan perintah untuk bekerja, ya masyarakat,” Ungkap Atmaji.

Dalam proses pembentukan suatu peraturan, tentu sebagai anggota dewan akan mendengarkan, menampung, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat agar menjadi sebuah kegiatan atau kebijakan yang berpihak pada masyarakat. Maka dalam prosesnya ada jaring aspirasi yang mengundang orang-orang yang menjadi pelaksana teknis, dari jajaran OPD maupun masyarakat agar perda yang dibentuk dapat diimplementasikan.

”Saya rasa perda-perda yang disusun di DIY ini tidak ada yang bertentangan dengan apa yang menjad keinginan masyarakat karna selalu care, selalu mendengarkan dan memperjuangkan masyarakat,” Pungkasnya. (ps)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*