Peran Perempuan dan Politik di Masa Pandemi

Jogja, dprd-diy.go.id – Yuni Satia Rahayu, Pengurus KPP DIY memandu kegiatan seminar KPP DIY dengan narasumber Badikenita Br. Sitepu, Presidium KPP RI dan Trias Setiawati, Ketua Pusat Studi Gender UII. Seminar yang mengambil tema ‘Perempuan dan Politik dalam Masa Pandemi’ ini berlangsung setelah acara Pelantikan KPP DIY dan KPP kabupaten/kota se-DIY, pada Kamis (05/03/2021).

Perempuan dan Politik di Masa Pandemi

Badikenita atau yang disapa Nita menjelaskan peran perempuan saat pandemi ini jauh lebih berat daripada sebelum masa pandemi. Seorang perempuan terutama ibu berperan dalam mengajari dan mendampingi kegiatan belajar anak di rumah, memastikan keluarga aman dan nyaman, memastikan keluarga aman dari ancaman Covid-19, serta membantu suami dalam menopang perekonomian keluarga sejak masa pandemi.

“Hotel itu saja PHK nya sudah banyak sekali, otomatis ekonomi pekerjanya juga terganggu. Di Bali saja okupansi 98% bisa menjadi 0% bahkan minus sejak pandemi. Inilah mengapa perempuan di rumah juga ikut membantu suami menopang perekonomian,” jelasnya.

Ia menyampaikan data bahwa saat pandemi perempuan memiliki tingkat stres dan kecemasan yang lebih besar yakni 57%, sementara laki-laki 48%. Hal ini karena peran dan tuntutan perempuan yang semakin besar di tengah pandemi.

Nita menjelaskan tugas perempuan politik di tengah pandemi sendiri adalah terus menyosialisasikan keterwakilan 30% perempuan di legislatif. Advokasi atas persoalan perempuan, anak, keluarga, dan sosial juga harus terus dilakukan. Nita menambahkan bahwa perempuan politik harus melakukan tugas pendidikan politik dan membangun sinergi dengan berbagai elemen.

“Keterwakilan perempuan di parlemen ini harus terus kitaa upayakan. Segala bentuk advokasi terkait persoalan perempuan, anak, keluarga, dan sosial terus digencarkan. Kita juga perlu membangun sinergi dengan berbagai elemen,” tuturnya.

Menurut Nita perempuan politik kurang membangun sinergi dengan media atau lembaga publik lainnya serta kurang optimal dalam pemanfaatan teknologi informasi. Hal inilah yang menjadi faktor kurang populernya perempuan politik.

“Nah ini mungkin ke depannya kita bersama memanfaatkan IT dan membangun snergi dengan media agar juga tercipta jejaring di media sosial,” ungkapnya.

Kepemimpinan Perempuan dan Perempuan Politik

Sementara Trias menyampaikan materi terkait kepemimpinan perempuan dan perempuan politik. Ia menjelaskan bahwa perempuan pemimpin di berbagai profesi mengalami tantangan dalam pengembangan karirnya. Seorang perempuan dalam mencapai kesuksesan memiliki tantangan internal dan eksternal.

“Jika ingin meraih kesuksesan dalam berbagai profesi di masyarakat ada tantangan. Dari internal itu seperti dalam diri perempuan itu. Sedangkan eksternal seperti keluarga, dari organisasi. Di masyarakat juga masih sangat tinggi budaya patriarki,” jelasnya.

Ia menyampaikan perempuan pemimpin di dunia politik tidak sedikit yang dapat meraih prestasi dalam berbagai profesinya. Perempuan politik juga banyak mengalami tantangan, namun menurutnya ada harapan besar bahwa perempuan telah berperan besar melalui bidang ini.

“Meskipun mengalami berbagai tantangan dan kendala, namun ada harapan yang besar untuk berperan pada dunia agar makmur, sejahtera, aman dan damai,” ungkapnya.

Trias menyampaikan rekomendasi bahwa perlu adanya pemberian tambahan pengetahuan pada perempuan pemimpin tentang berbagai permasalahan yang umum dihadapi setiap pemimpin dan perempuan. Pengetahuan tentang mengatasi berbagai permasalahan tersebut juga perlu dipelajari lebih lanjut.

“Lembaga-lembaga yang terkait dengan pengembangan potensi perempuan pemimpin hendaklah saling berkordinasi dan saling berbagi peran. Ini bermanfaat untuk meraih sukses yang lebih tinggi tanpa merasa perlu mengalami kesulitan,” lanjutnya.

Trias juga mengatakan perlu sosialisasi yang lebih luas bahwa peran perempuan pemimpin adalah memberikan dampak positif di berbagai profesi yang mempengaruhi dunia ini akan lebih makmur, sejahtera, aman dan damai. (fda)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*