Pimpinan DPRD DIY Terima Kunjungan Bapemperda Kepulauan Riau dan Kalimantan Timur

Jogja, dprd-diy.go.id – Huda Tri Yudiana Wakil Ketua DPRD DIY menerima langsung kunjungan kerja dari Bapemperda DPRD Provinsi Kepulauan Riau dan Bapemperda DPRD Provinsi Kalimantan Timur Jum’at (28/02/2020).

Lis Darmansyah ketua Bapemperda DPRD Kepulauan Riau memimpin rombongan Bapemperda DPRD Provinsi Kepulauan Riau. Kunjungan Bapemperda DPRD Provinsi Kepulau Riau dalam rangka studi banding terkait dengan fungsi DPRD dalam pembentukan peraturan daerah. Lis menyampaikan lebih lanjut tujuan kunjungan pada hari ini untuk berdiskusi terkait dengan fungsi Bapemperda itu sendiri. Terlebih dari itu, terkait dengan hal rencana induk kebudayaan.

Rombongan Bapemperda DPRD Provinsi Kalimantan Timur dipimpin oleh Masykur Sarmian Wakil Ketua Bapemperda Kalimantan Timur. Bapemperda DPRD Provinsi Kalimantan Timur juga berkunjung dalam rangka studi banding terkait dengan mekanisme pembahasan Raperda tentang Tata Cara Pembentukan Perda. Masykur meyampaikan lebih lanjut tujuan kunjungan untuk silaturahmi dan juga berdiskusi terkait dengan format-format pembuatan perda yang efektif dan dasar-dasar dalam penyusunan perda.

Hadir pula dalam kunjungan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) DIY. Rose Sutikno (Dinas Pariwisata DIY) dan Erlina Hidayati (Dinas Kebudayaan DIY). Hadirnya OPD diharapkan juga ikut berpartisipasi dalam diskusi dan dapat memberikan informasi-informasi lebih detail.

Huda terlebih dahulu menanggapi secara umum, terkait dengan mekanisme pembahasan raperda. Huda menyampaikan sebagaimana dengan DPRD yang lain DPRD DIY memiliki rancangan kerja yang mana merupakan penjabaran target-target kerja selama setahun. Dalam tahun ini ada sebelas Raperda prioritas dan empat diantara nya diusulkan oleh DPRD DIY.

“Terkait dengan tahapan penyusunan perda, saya pikir semuanya hampir sama. Mulai dari fasilitasi berlanjut dengan finalisasi dan diakhiri dengan sinkronisasi dan harmonisasi Terkait dengan sinkroniasai dan harmonisasi disnilah peran penting Bapemperda menyaring kualitas perda ini” ujar Huda.

Lebih lanjut Huda menyampaikan bahwa Yogyakarta adalah daerah istimewa yang memiiki lima poin keistimewaan salah satunya kebudayaan, maka dari itu kami memiliki perda khusus keistimewaan. Erlina menambahkan terkait dengan Rencana Iduk Kebudayaan, DIY memiliki dana istimewa yang diperoleh dari APBN dan diatur dengan undang-undang keistimewaan. Daerah istimewa Yogyakarta dalam hal pelestarian kebudayaan berkolaborasi dengan OPD terkait seperti dinas pariwisata yang juga mengampu kebudayaan. Dalam hal ini dinas kebudayaan menjadi koordinator dalam pelestarian kebudyaan bersama dengan OPD terkait.

Huda mengucapkan terimakasih atas kunjungan yang di lakukan ke DPRD DIY dan semoga tujuan dari kunjungan dapat dicapai. (na)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*