Rapat Kerja Komisi B Bahas Penyertaan Modal di Tahun 2020

Jogja, dprd-diy.go.id – Rabu (24/07/2019) Komisi B melakukan rapat kerja yang membahas tentang penyertaan modal di tahun 2020 . Rapat dipimpin oleh Janu Ismadi Ketua Komisi B Bidang Perekonomian dan  Keuangan di Ruang Komisi B DPRD DIY. Rapat ini dihadiri oleh Pimpinan dari PT Bank BPD DIY, PT Tarumartani dan PT Anindya Mitra Internasional.

PT Bank BPD DIY

Pada rapat ini membahas tentang pemaparan hasil  perkembangan serta agenda rencana modal pada tahun 2020. Pada PT Bank BPD DIY yang dijelaskan oleh  Santoso Rohmad selaku Dirketur Utama  menjelaskan bahwa akhir-akhir ini secara industri mengalami penurunan namun  pihak PT Bank BPD DIY tetap fokus untuk selalu melakukan perkembangan pada kinerja perbankan dengan menjelaskan mempertimbangkan  penambahan modal  untuk:

  1. Memperkuat ketahan kelembagaan bank dan meningkatkan kemampuan bank menyerap risiko, yaitu sebagai penyangga (buffer) apabila terjadi krisis keuangan dan ekonomi yang dapat menganggu stabilitas sistem keuangan.
  2. Memperluas ruang gerak bank dalam melaksanakan ekspansi bisnis.
  3. Meningkatkan layanan kepada masyarakat dan berperan mendorong perekonomian
  4. Meningkatkan kinerja keuangan bank dan dividen yang diterima sebagai bagaian dari pendapatan asli daerah.
  5. Mendukung rencana spin off Unit Usaha Syariah BPD DIY menjadi Bank BPD DIY Syariah pada tahun 2022 yang membutuhkan modal minimal RP. 500.000.000.000,00 (lima ratus miliyar rupiah) dan modal di bank induk (PT Bank BPD DIY) minimal  2.500.000.000,00 (dua triliun lima ratus miliyar rupiah)
  6. Dalam rangka memenuhi ketentuan sesuai dengan PP 54 tahun 2017 tentang BUMD, kepemilikan pemegang saham pengendali (Pemerintah DIY) minimal 51%.

PT Anindya Mitra Internasional

PT Anindya Mitra Internasional disampaikan Dyah Puspitasari selaku Direktur Utama menjelaskan bahwa perusahaan mengalami beberapa peningkatan baik fasilitas  maupun kinerja dibandingan pada tahun 2013 dengan tenaga dan usaha yang berbeda-beda menjadi tantangan tersendiri untuk meningkatkan produktifitas, kinerja, usaha, dan pada tahun  2016  PT AMI memperoleh penugasan untuk mengelola transportasi umum sebagai operator Bus Trans Jogja “Bahwa dibandingkan dengan tahun 2013 kami mengalami beberapa peningkatan terkait aksibilitas maupun kinerja. Pertama  bahwa ketika  PT AMI ini memiliki  6 unit usaha  berbeda-beda  itu menjadi tantangan tersendiri bagaimana kita meningkatkan produktifitas kinerja dan usaha. Kemudian pada saat itu banyak aset-aset kita yang mangkrak dan  kita harus mengurusinya satu persatu, kemudian tahun 2016 penugasan untuk mengelola transportasi umum sebagai operator Bus Trans Jogja,” tutur Dyah Puspitasari.

PT Taru Martani

Direktur Utama PT Taru Martani, Nur Akhmad Affandi juga mengatakan PT Taru Martani tengah fokus mengembangkan bisnisnya yang tidak lain adalah memproduksi cerutu dengan pangsa pasar ekspor yang cukup tinggi. Bisnis tembakau ini masih bisa hidup dengan optimis perusahaan PT Taru Martani akan berkembang melalui pengelolaan penataan-penataan yang terus dilakukan.

“Kalau ditanya apakah prospek usaha taru martani masih ada, saya meyakini sangat besar  akan tetapi pentaan-pentaan akan terus dilakukan. Kemudian penataan-pentaan itu  tetap memperhatikan protokoler produksi sesuai dengan kradibisnis  kita,” tutur  Nur Akhmad Affandi.

Selanjutnya dari hasil pelaporan perkembangan perusahaan masih akan dibahas lagi pada rapat selanjutnya terkait hal-hal  yang  kurang dalam perkembangan dan rencana modal pada tahun 2020. (muk)

 

 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*